Tidak Semua Orang Yahudi Musuh Islam, Ada Abdullah bin Salam RA
Abdullah bin Salam
Jeffrey Sachs seorang ilmuwan ekonomi dan politik keturunan Yahudi, dari Amerika. Dia tidak menyangkal takdir biografinya. Namun dia saat ini yang paling menonjol dan tajam mengkritik dan menentang secara opini kejahatan kebijakan perang yang dilancarkan oleh Amerika dan Israel terhadap Ghaza dan kini Iran.
Orang-orang dengan latar belakang biografis seperti Prof. Jeffrey Sachs ini bukan barang barang baru dalam pentas sejarah. Dahulu kita mendengar seorang perempuan muda terpelajar beragama Yahudi, terjun membela Palestina. Kemudian dia masuk Islam. Namanya Maryam Jameelah. Sebelum itu namanya Margareth Marquez. Dan dia harus menanggung konsekwensi atas sikapnya itu.
Jauh di masa Rasulullah, sudah ada pelopor bernama Abdullah bin Salam. Itulah sebabnya, kita selalu dituntut bersikap jernih, objektif dan adil terhadap realitas Yahudi.
Alquran Surat Ali ‘Imran Ayat 113
لَيْسُوا۟ سَوَآءً ۗ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ أُمَّةٌ قَآئِمَةٌ يَتْلُونَ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ
Artinya: Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
Ali ‘Imran Ayat 114
يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَأُو۟لَٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Artinya: Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
Profil Abdullah bin Salam
Abdullah bin Salam merupakan Rabi Yahudi. Ayah dan kakeknya juga pemuka agama Yahudi. Dia termasuk figur yang dihormati di kalangan Yahudi Madinah. Dia sudah lama mengetahui ciri-ciri dan indikasi datangnya seorang Nabi melalui kabar yang tertera dalam Taurat yang dia pelajari. Maka ketika kegemparan munculnya Nabi bernama Muhammad di Mekkah, dia pun terus mengikuti perkembangannya, sampai Nabi kemudian hijrah ke Yatsrib (Madinah), lalu Abdullah bin Salam terkesan dengan pesona Rasulullah. Saat itu Rasulullah berkata pada awal permulaan membangun masyarakat Islam di “Wahai manusia, sebarkanlah kedamaian, berilah makan orang-orang yang lapar, jalinlah ikatan silaturahmi, dan sholatlah di malam hari saat manusia tertidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.”
Dia pun menyatakan keimanannya kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, dia pun dimusuhi oleh kaumnya. Tapi berkat dirinya, banyak kalangan Yahudi beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad, mengikuti jejaknya.
Ikut Memasuki Yerusalem di Masa Umar
Abdullah bin Salam termasuk di antara sahabat yang bersama Umar memasuki Yerusalem dan mendengarkan khutbahnya di Jabiyah. Ia kemudian ikut terlibat dalam Pertempuran Nahawand yang sengit di wilayah Persia (Iran) dan dikomandoi oleh Nu’man bin Muqarrin. Pertempuran tersebut dimenangkan pasukan muslimin.
Semasa akhir Khalifah Utsman, Abdullah berupaya melindungi Utsman dan memberi nasihat kepada para pemberontak yang mengepung rumah Utsman namun tidak digubris oleh pemberontak.
Menjelang peristiwa Perang Unta antara Ali dan Aisyah (istri Nabi Muhammad), Abdullah bin Salam menasihati Ali untuk tidak meninggalkan Madinah, namun Ali tidak menggubrisnya untuk tetap mengejar rombongan pasukan Aisyah menuju Basrah (Irak).
Muadz bin Jabal di akhir hayatnya memberi nasihat agar mengikuti ilmu dari empat sahabat yaitu Abu Darda, Abdullah bin Mas’ud, Salman al-Faris dan Abdullah bin Salam.
Abdullah bin Salam wafat pada tahun 43 H (663 M) di Madinah. Muhammad Saw berkata pada Ibnu Salam, “Engkau akan mati dalam keadaan berpegang teguh pada tali yang kokoh.”
Abul Ghany