Letjen yang Mengabdi Buat Kabbah (Islam) Itu Telah Kembali

 Letjen yang Mengabdi Buat Kabbah (Islam) Itu Telah Kembali

(Alm) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Andi Muhammad Ghalib, SH, MH

JAKARTA, Lintasparlemen.com – Innalillahiwainnailahirajiun. Telah meninggal dunia anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Andi Muhammad Ghalib meninggal dunia, Senin (9/5/2016).

Andi Muhammad Ghalib adalah tokoh Bugis sekaligus politisi PPP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan II yang meliputi Kabupaten Pangkep, Maros, Barru, Pare-pare, Soppeng, Bone, Bulukumba dan Sinjai.

Di era Presiden BJ Habibie Andi Ghalib pernah menjabat jaksa agung, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Pancoran, Jakarta Selatan pukul 06.00 WIB, karena sakit yang dideritanya.

Almarhum akan disemayamkan di rumah duka, Jalan Ceger Raya nomor 99, TMII, Jakarta Timur.

Seperti dilansir Wekipedia, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Andi Muhammad Ghalib, SH (lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 3 Juni 1946 – meninggal 9 Mei 2016 pada umur 69 tahun) adalah Duta besar Republik Indonesia untuk India sejak 8 April 2008 hingga 2013 serta Jaksa Agung Republik Indonesia periode 1998-1999.

Ia adalah salah satu tokoh nasionalis yang sekarang menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa penuh di negara India untuk RI, dan diangkat atau ditunjuk oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Andi Muhammad Ghalib memiliki sebuah yayasan yang terletak di daerah Bogor, yaitu Yayasan Ibnu Hadjar yang mana bergerak di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andigha, SMP, SMA, SMK Taruna Andigha yang konon nama Yayasan Ibnu Hadjar diambil dari nama almarhum ayahnya, H. Andi Ibnu Hadjar.

Dia ditunjuk Presiden BJ Habibie untuk menggantikan Soedjono C. Atmonegoro. Andi Ghalib memegang jabatan Jaksa Agung, saat sangat sulit karena ketegangan politik meningkat keras sesudah kejatuhan mantan Presiden Soeharto dan tuntutan reformasi sehubungan dengan penyidikan berbagai kasus korupsi termasuk kasus mantan Presiden Soeharto. Puncaknya adalah tersebarnya rekaman pembicaraan telepon Jaksa Agung Andi Ghalib dengan Presiden Habibie yang membicarakan tentang proses hukum terhadap mantan Presiden Soeharto.

Saat ia sedang menangani penyelesaian berbagai macam kasus korupsi, Teten Masduki dari ICW membongkar rekening pribadinya yang menunjukkan bahwa Andi M Ghalib telah menerima suap dari 2 orang penyumbang untuk kegiatan olah raga melalui rekening bersama Andi Muhammad Ghalib sebagai Ketua Umum dan sdr Thahir sebagai bendahara Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI). PUSPOM TNI memeriksa kasus tersebut dan menyatakan sumbangan tersebut benar untuk PGSI yang disalurkan melalui rekening personal. (Mahabbahtaein)

 

 

 

 

 

 

 

Digiqole ad

Berita Terkait