Wakil Ketua BAKN DPR RI Nilai Pentingnya Selesaikan Temuan Kuantitatif Audit BPK di PT Jasa Marga
JAKARTA – Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Herman Khaeron menilai pentingnya menyelesaikan temuan-temuan kuantitatif pada proses audit BPK RI di ruas Tol Kunciran-Cengkareng, Kota Tangerang, Banten. Hal itu disampaikan saat Herman memimpin Kunjungan DPR RI untuk mengevaluasi hasil temuan BPK pada pengelolaan infrastruktur tol yang dikelola oleh PT Jasa Marga.
“Dalam audit uji petik yang dilakukan di tiga titik jalan tol, ditemukan sembilan temuan penting yang harus segera ditindaklanjuti. Temuan-temuan ini bersifat kuantitatif, yang berarti bahwa perlu ada penyelesaian yang juga bersifat kuantitatif. Dalam tiga titik saja sudah ada banyak temuan, apalagi jika uji petik dilakukan di lebih banyak titik,” kata Herman di Kantor Jasa Marga Tol Kunciran, Tangerang, Banten, Rabu (4/12/2024) seperti dikutip situs DPR RI.
Herman menjelaskan bahwa temuan-temuan tersebut, meskipun tidak menyeluruh, memberikan gambaran tentang adanya kekurangan dalam pengelolaan yang harus segera diperbaiki. Politisi Fraksi Partai Demokrat itu juga memahami beban tugas PT Jasa Marga dalam percepatan infrastruktur yang diberikan oleh Pemerintah semestinya terdapat tata kelola sebagai pedoman untuk menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG).
“Karena kami paham bahwa dalam percepatan infrastruktur yang ada, ada banyak yang semestinya tata kelola ini betul-betul menjadi pedoman, menjadi guidance menuju kepada good corporate governance. Tetapi kemudian memang harus ada percepatan-percepatan, misalkan untuk pembelian tanah, pembelian lahan, ada yang harus dibeli dulu oleh perusahaan, yang itu tidak masuk di dalam business plan, yang itu tidak masuk dalam perencanaan,” urainya.
Dalam upaya menanggapi hal ini, BAKN pun berkomitmen untuk terus menampung serta mendalami temuan-temuan tersebut dan mencari solusi yang tepat. Terutama untuk permasalahan temuan yang berulang yang ditemukan di beberapa lokasi.
“Kalau berulang di setiap lokasi, di setiap tempat ya kami berarti ini harus ada revisi ataupun tinjauan terhadap tata kelola korporasi. Nah oleh karena itulah kami coba mendalami hari ini dan kami mendapatkan informasi lebih banyak, lebih komprehensif. Tentu ke depan seperti apa akan ditindaklanjutinya kami nanti akan tentukan dalam rapat internal bersama dengan seluruh anggota dan Pimpinan BAKN,” pungkas Herman.