Andreas Hugo Pareira Soroti Lonjakan Target PNBP Imigrasi Bogor, Minta Perencanaan Lebih Terukur

 Andreas Hugo Pareira Soroti Lonjakan Target PNBP Imigrasi Bogor, Minta Perencanaan Lebih Terukur

BOGOR – Komisi XIII DPR RI menaruh perhatian serius terhadap pola penetapan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, khususnya di Kantor Imigrasi (Kanim) Bogor, Jawa Barat.

Dalam kunjungan kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP), DPR menilai capaian PNBP yang tinggi harus dibarengi dengan strategi perencanaan target yang konsisten, transparan, serta berbasis data yang kuat.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mengapresiasi kinerja Imigrasi Bogor yang berhasil melampaui target PNBP pada tahun sebelumnya. Namun demikian, ia mempertanyakan dasar penetapan target yang dinilai fluktuatif dan melonjak tajam dari tahun ke tahun.

Menurut Andreas, lonjakan target yang signifikan tanpa penjelasan metodologi yang jelas berpotensi menimbulkan pertanyaan publik. Ia mencontohkan kenaikan target dari sebelumnya Rp35 miliar menjadi Rp88 miliar, setelah realisasi mencapai sekitar Rp50 miliar.

“Ini tentu patut diapresiasi, tapi sekaligus perlu dijelaskan strategi penetapan targetnya. Jangan sampai publik bertanya-tanya, apa dasarnya target itu ditentukan? Apakah semata karena capaian sebelumnya, atau ada perhitungan yang lebih komprehensif,” ujarnya saat memimpin RDP bersama jajaran Imigrasi Jawa Barat, Kamis (22/1/2026).

Ia juga menyoroti ketidaksinkronan antara target dan realisasi pada sektor izin tinggal. Pada tahun 2025, realisasi PNBP dari izin tinggal mencapai Rp15,1 miliar, jauh melampaui target Rp4,9 miliar. Namun untuk 2026, target justru diturunkan menjadi Rp9,7 miliar.

“Ini logika sederhana. Kalau realisasi tahun sebelumnya sudah tinggi, mestinya target tahun berikutnya minimal setara, atau bahkan lebih tinggi. Jangan sampai target rendah justru dijadikan alat untuk menunjukkan kinerja seolah-olah sangat baik,” tegas Andreas.

 

Facebook Comments Box