Budiman Hariyadi Soroti Taman Rusak di DKI, Anggaran Rp2,7 Triliun Dinilai Tak Seimbang dengan Kondisi Lapangan
Budiman Hariyadi
JAKARTA – Pengamat Kebijakan Publik Budiman Hariyadi menilai kondisi sejumlah taman di DKI Jakarta memprihatinkan dan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan setiap tahun.
Dalam keterangannya, Jumat (27/02/2026), ia menyebut banyak warga mengeluhkan taman yang rusak, tak terawat, hingga fasilitas bermain anak yang terbengkalai di berbagai wilayah ibu kota.
“Sebagai warga DKI Jakarta, kita melihat langsung bagaimana banyak taman kota yang kondisinya jauh dari kata layak. Ini tentu memunculkan pertanyaan, karena anggaran yang diserap untuk sektor ini mencapai sekitar Rp2,7 triliun per tahun. Seharusnya hasilnya bisa dirasakan merata, bukan hanya terpusat di kawasan pemerintahan atau titik-titik tertentu saja,” ujar Budiman kepada wartawan, Jakarta, Jumat (27/2/2026)
Ia mencontohkan kondisi Taman Puring di Jakarta Selatan yang dilaporkan mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas. Rumput terlihat kering, beberapa wahana permainan anak rusak, serta sampah yang berserakan di beberapa sudut taman.
Kondisi serupa juga ditemukan di Taman Lestari Cilincing. Menurut Budiman, taman tersebut terkesan terbengkalai dan belum sepenuhnya ramah anak. Minimnya perawatan membuat fungsi taman sebagai ruang terbuka hijau sekaligus ruang interaksi sosial menjadi tidak optimal.
Di wilayah Jakarta Barat, keluhan warga juga muncul dari sejumlah taman di Kecamatan Cengkareng, Kembangan, dan Kebon Jeruk. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan berat, mulai dari fasilitas bangku yang patah, area bermain yang tidak aman, hingga kurangnya pencahayaan pada malam hari. Coretan vandalisme di tembok taman juga memperparah kesan kumuh dan tidak terawat.
Budiman menegaskan bahwa keindahan dan kenyamanan taman kota tidak boleh hanya dirasakan di pusat pemerintahan atau kawasan strategis tertentu. Menurutnya, pemerataan kualitas ruang terbuka hijau sangat penting untuk mendukung kualitas hidup warga di seluruh wilayah Jakarta.
Selain persoalan fasilitas, ia juga menyoroti kondisi pepohonan di sejumlah taman yang dinilai sudah terlalu lebat dan menjulang tinggi tanpa perawatan maksimal. Ia meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta segera melakukan topping atau pemangkasan secara berkala.
“Jangan menunggu sampai ada pohon tumbang dan menimpa rumah warga atau fasilitas umum lainnya. Pencegahan jauh lebih penting agar tidak menimbulkan kerugian, baik materiil maupun korban jiwa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Budiman berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan taman kota, termasuk transparansi penggunaan anggaran serta peningkatan pengawasan di lapangan. Ia menilai taman yang terawat bukan hanya memperindah kota, tetapi juga menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak-anak, keluarga, serta masyarakat untuk beraktivitas dan berinteraksi sosial.