Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Ada saat ketika manusia merasa pasrah oleh luka hidup, letih oleh perjalanan, dan kehilangan arah di tengah kerumunan dunia. Pada saat seperti itu, langit menawarkan pengingat, bahwa kesunyian bukan berakhir di dalam kelemahan, melainkan panggilan untuk […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Ada saat-saat di mana bumi menjadi terlalu bising bagi jiwa. Saat manusia saling bersinggungan bukan karena perbedaan besar, melainkan ego yang tidak pernah selesai belajar merendah. Ketika itu, manusia butuh menengadah(bukan untuk lari dari kenyataan),tetapi untuk […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Ada rumah-rumah yang megah, temboknya kokoh, perabotannya mahal, lampunya menyala sepanjang malam, namun sesungguhnya gelap. Bukan gelap karena lampu yang padam, melainkan karena cahaya iman telah meredup, dan suara malaikat tak lagi betah singgah. Di rumah seperti itu, diam-diam syaitan menyusup, menempati ruang antara manusia dan menyulut api dalam hati yang tadinya […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Ada masa ketika kehidupan membawa manusia ke sebuah persimpangan panjang. Dan di sana, usia yang menanjak tiba-tiba terasa seperti cermin yang memantulkan baik kegagalan maupun keberhasilan, baik kenangan indah maupun luka yang diam-diam kita simpan rapat […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Ada rumah yang berdiri gagah di atas fondasi beton, namun rapuh di dalam karena fondasi hati yang retak. Ada ruang tamu yang dipenuhi furnitur indah, tetapi kosong dari tawa dan kehangatan. Ada dapur yang mengepulkan aroma […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Setiap orang pernah tiba pada titik ketika hati terasa sempit, langkah berat, dan dunia seolah berhenti mendukung. Ada hari-hari ketika kita merasa tenggelam dalam masalah yang tak berujung, ketika doa yang kita panjatkan terasa menggantung di […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Apakah kesunyian adalah kekosongan, ataukah ia sebenarnya ruang luas tempat suara-suara terdalam berbicara tanpa terganggu? Mengapa manusia begitu sering terjebak dalam kebisingan, seolah-olah keramaian adalah obat bagi setiap gelisah dan hiruk pikuk dunia? Apakah kita takut […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Ada satu pertanyaan yang selalu menggantung di udara rumah-rumah yang retak tetapi enggan roboh, Mengapa ada keluarga yang bertahun-tahun hidup dalam konflik yang tak pernah menemukan senjanya? Mengapa perdebatan menemukan bahan bakar baru setiap hari, bahkan […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Ada satu kesombongan halus yang kadang hadir tanpa namanya sempat kita sadari, kesombongan yang muncul dalam hati ketika kita memandang rendah seseorang. Kita melihat seseorang dari tampilan luarnya, dari kesederhanaannya, dari pekerjaannya, dari kesulitannya, lalu batin […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin, Makassar / Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial dan Ekonomi Nusantara) Pernahkah kita berpikir, mengapa sebagian manusia tampak begitu gagah, bukan ketika membangun, tetapi ketika meruntuhkan? Mengapa ada yang merasa mulia bukan karena amal, tetapi karena mampu menginjak martabat orang lain? Dan sejak kapan kemenangan ditakar dari […]Read More