DPR RI Minta PLN Amankan Pasokan Listrik Selama Ujian Nasional di Kaltim

 DPR RI Minta PLN Amankan Pasokan Listrik Selama Ujian Nasional di Kaltim

JAKARTA, LintasParlemen.com–Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA dan SMK/MAK Tahun Ajaran 2015 – 2016 di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perhatian khusus Anggota Komisi VII DPR RI Awang Ferdian Hidayat.

Politisi PDI Perjuangan asal Kaltim yang menggawangi persoalan Energi dan Sumber Daya Alam di DPR RI itu mengatakan, PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) harus memastikan pasokan listrik di Kaltim aman dan terkendali selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK yang akan berlangsung mulai hari Senin, 4 April hingga Selasa, 12 April 2017 mendatang.

Hal itu ditegaskan Ferdian karena persoalan listrik di Kaltim masih sering mengalami pemadaman bergilir. Sehingga ia berharap selama pelaksanaan UN SMA/SMK tahun ajaran ini seluruh siswa di Kaltim dapat fokus dan konsentrasi dalam menghadapi ujian nasional tanpa terbebani dengan insiden pemadaman lampu/listrik yang mengganggu jalannya ujian nasional.

“Saya minta PLN dapat memastikan pasokan listrik selama UN di Kaltim benar-benar aman,” kata Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Awang Ferdian Hidayat di Jakarta, Minggu (3/4/2016).

Ia menambahkan, pelaksanaan UN di Kaltim kali ini, sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) sudah mulai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT). Dalam ujian nasional berbasis komputer (CBT), lanjutnya, para siswa wajib mengerjakan atau menjawab soal-soal ujian secara langsung di komputer. Sehingga, Ferdian menegaskan, PLN wajib memastikan ketersediaan pasokan listrik selama proses ujian nasional berlangsung.

“Karena kalau tidak tersedia pasokan listrik yang cukup untuk pelaksanaan UN di sekolah-sekolah, otomatis ini akan mengganggu jalannya proses ujian nasional di Kaltim,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Mantan Anggota DPD RI perwakilan dari Kaltim periode 2009 – 2014 itu juga menjelaskan, pemadaman listrik selama pelaksanaan ujian nasional juga akan mengganggu konsentrasi para siswa yang melaksanakan ujian dengan cara konvensional atau menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK).

“Kalau selama pelaksanaan ujian nasional pasokan listrik terganggu, adik-adik kita pasti sulit juga belajar untuk persiapan menghadapi ujian,” katanya.

Selain itu, Putra Sulung Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak itu pun mengapresiasi pemerintah daerah dan sejumlah sekolah di Kaltim yang saat ini sudah mengantisipasi dengan mempersiapkan cadangan genset agar pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dapat berjalan lancar. Karena pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK yang dilakukan dengan berbasis komputerisasi tahun ini harus menjadi perhatian khusus bagi seluruh pihak terkait, termasuk PLN.

Ia pun berharap, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kaltim pada tahun-tahun mendatang, baik mulai tingkat SMP/SLTP, SMA/SLTA/SMK atau sederajat lainnya sudah dapat dilaksanakan dengan cara ujian berbasis komputer (UNBK). “Karena sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan itu sangat penting. Insyaallah tahun depan sarana dan prasarana pendidikan di Kaltim semakin membaik dan terus meningkat,” pungkasnya.

Digiqole ad

Berita Terkait