Dukung Sensus Ekonomi 2026, Hetifah Dorong Penambahan Anggaran BPS 4,91 Triliun Rupiah

 Dukung Sensus Ekonomi 2026, Hetifah Dorong Penambahan Anggaran BPS 4,91 Triliun Rupiah

JAKARTA – Besaran Pagu Indikatif BPS TA 2026 telah disetujui oleh Komisi X DPR RI pada Rapat Kerja yang dilakukan pada hari Kamis (10/07/2025) sebesar 3,69 triliun rupiah. Pada rapat kerja ini, disepakati pula usulan penambahan anggaran sebesar 4,91 triliun rupiah.

Penambahan anggaran ini rencananya akan digunakan untuk gawe besar yang akan dilakukan BPS yaitu Sensus Ekonomi 2026. Sensus ini dilakukan 10 tahun sekali untuk mengumpulkan data ekonomi secara menyeluruh di Indonesia. Harapannya data ini dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan Pembangunan Ekonomi yang lebih Produktif dan Inklusif. Sensus Ekonomi 2026 ini akan melibatkan 180.157 petugas dengan cakupan usaha baik itu Perusahaan besar pada prelist SBR maupun Perusahaan mikro, kecil dan menengah, dan dilakukan di 38 provinsi yang didalamnya mencakup 514 kabupaten/kota.

Selain itu, di tahun ini akan ada tambahan CASN dan lulusan STIS sebanyak 3.517 yang membutuhkan pendanaan belanja operasional gaji. Belum lagi kebutuhan belanja operasional dan non-operasional BPS untuk peningkatan sarana dan prasarana BPS. BPS juga akan melaksanakan OECD Accession Core Principles for Committee on Statistics and Statistical Policy.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengungkapkan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 untuk memberikan gambaran yang utuh perekonomian Indonesia.

“Saya selalu meyakini kebijakan yang baik adalah kebijakan berbasis data. Untuk itu Sensus Ekonomi 2026 mutlak dilakukan untuk mendukung perumusan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran,” ungkap politisi partai Golkar itu.

Untuk itu, ia akan berupaya untuk mendorong peningkatan anggaran BPS di tahun 2026 yang konkret dan riil untuk mendukung Pembangunan ekonomi bangsa.

Facebook Comments Box