Politisi PDIP Minta Amien Rais Tak Lontarkan Pernyataan yang Tak Produktif
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Nurmansyah E Tanjung
JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan PAN sekaligus mantan Ketua MPR RI Amien Rais meminta kadernya dan umat Islam tidak takut dengan kecebong dan kodok, dan hanya takut kepada Allah. Bahkan, secara gamblang Amin Rais melontarkan kritik dengan menyebut Joko Widodo (Jokowi) sebagai penyebab kerusakan selama ini.
Bukan hanya itu, Amien Rais pun ingin menantang Jokowi berduel di Pilpres 2019 nanti.
Sehubungan dengan itu, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Nurmansyah L Tanjung angkat suara dan meminta Amien tak melontarkan pernyataan tak produktif yang memicu polemik, karena hanya akanmenghabiskan energi. Sebagai tokoh umat, sejatinya Amin meyebarkan energi positif buat bangsa ini, bukan malah sebaliknya.
“Jika Pak Amien begitu berhasrat mengganti Presiden, saya menyarankan agar melakukannya melalui jalur konstitusional, yakni Pemilu 2019,” kata Nurmansyah di Jakarta, Ahad (10/6/2018).
Menurut Mantan Sekjen KAHMI ini, kritikan yang secara massif dilontarkan Amien Rais mulai ngawur, sebab tidak disertai data dan fakta yang jelas.
“Sikap yang ditunjukkan Pak Amien cenderung ofensif dan memaksakan diri sehingga argumentasinya liar, susah diterima akal sehat. Saya sangat menyayangkan hal itu terlontar dari tokoh seperti Pak Amien,” ungkap Nurmansyah.
Nurmansyah menambahkan, soal Amien Rais menantang Jokowi berduet syah-syah saja dalam sebuah negara demokrasi. Namun, sikap Amien Rais mengkritik dengan cara kurang elegan yang justru merusak citranya di masyarakat.
“Rakyat pasti bisa menilai bahwa kerja Jokowi sudah bisa dirasakan, sedangkan Pak Amien hanya sekedar berwacana alias bermimpi. Pak Amin kan punya Partai, bangunlah partai sendiri, menangkan pemilu, baru ngomong banyak,” tutup Politisi PDI Perjuangan itu.
Sekedar Inormasi, sebelumnya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais ngotot tak inginkan Jokowi memimpin untuk periode kedua. Dia pun menantang untuk berduel dalam perebutan kursi di pilpres 2019 mendatang.
“Jadi saya menantang Pak Jokowi. Mari kita bertanding secara fair. Mari kita duel secara gentle. Artinya apa, kita nggak usah jihad dengan fisik, menimbulkan pertumpahan darah. Itu nanti ada masanya. Kalau semua mentok, saya kira itu perlu,” ungkap Amien. (N3)