Sosok (alm) Letjen TNI (Purn) H. Andi Muhammad Ghalib di Mata Anggota DPR Daeng Muhammad

 Sosok (alm) Letjen TNI (Purn) H. Andi Muhammad Ghalib di Mata Anggota DPR Daeng Muhammad

Jenazah (alm) Letjen TNI (Purn) H. Andi Muhammad Ghalib saat dimasukan ke peti ingin dibawa ke Kalibata (foto: Jaka)

JAKARTA, LintasParlemen.com –  Hari ini genap sudah sepekan Tokoh Besar Bugis Sulawesi Selatan dan Jaksa Agung di era Presiden BJ Habibie, Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Andi Muhammad Ghalib berpulangnya ke Rahmatulloh. Alhamarhum Andi Ghalib—begitu disapa—banyak meninggalkan kesan di mata para sahabat dan kerabatnya.

Saat ini LintasParlmen berkesempatan mewartakan Anggota Komisi III DPR RI yang juga memiliki ikatan darah atau kekerabatan almarhum, yakni Daeng Muhammad. Adalah Daeng, politisi dari Fraksi PAN dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta.

Mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Bekasi itu selalu setia mendampingi selama almarhum yang juga Duta Besar Indonesia untuk India itu dirawat di rumah sakit beberapa bulan terakhir ini.

Daeng menyebutkan bahwa almarhum selama hidupnya memang dikenal Jenderal Bintang Tiga, yang terus berjuang ikhlas untuk rakyat Indonesia. Tiada gentar mengabdi “Pengabdian Tiada Akhir” seperti slogan perjuangan hidup Andi Ghalib selama hidupnya.

Slogan Perjuangan Andi Ghalib, "Pergandian Tiada Akhir untuk rumah besar umat Islam, yakni Kabbah
Slogan Perjuangan Andi Ghalib, “Pergandian Tiada Akhir untuk rumah besar umat Islam, yakni Kabbah

“Saya cukup mengenal beliau, jujur saja sejak beberapa bulan yang lalu saat saya diundang beliau untuk makan dan berbincang-bincang, saya pernah sampaikan bahwa sebaiknya Papi (sapaan sayang almarhum Andi Muhammad Ghalib dari keluarga) sudah tua, sudah saatnya untuk istirahat. Namun Papi mengatakan kalau beliau tidak bisa bila hanya diam, tidak melakukan aktivitas seperti biasa. Dia ingin tetap bekerja,” kata Daeng.

Daeng menyampaikan sosok almarhum yang dikenanya dengan baik sebagai figur yang memiliki kepribadian yang baik. Selain itu, lanjut Daeng, Andi Ghalib merupakan sosok pekerja keras, petarung sejati, berjiwa tentara hingga akhir hayatnya.

Di akhir masa hayatnya, sambung Daeng, Andi Ghalib yang pernah menjabat sebagai Gubenurnur Sulawesi Selatan ini, terus bersemangat meski penyakit yang mendera tubuhnya tak ingin berkompromi.

“Andi Ghalib adalah seorang tentara sejati, yang memiliki jiwa juang yang tinggi. Saya sebagai orang yang diajarkan banyak hal oleh almarhum, saya memberikan rasa hormat yang luar biasa, bahkan beliau sudah saya anggap sebagai orang tua saya sendiri,” terangnya menjelaskan sosok almarhum yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Jeneponto, Sulsel ini.

Saat ditanya apa saja yang berkesan selama dididik oleh almarhum selama hidupnya? Daeng menjelaskan, ia banyak diberi arahan dan gambaran hidup dalam menghadapi hidup khususnya melakukan pejuangan terbaik dan terindah buat rakyat yang saat ini dilanda kesusahan.

“Buat saya banyak pelajaran yang Papi berikan kepada saya, dan ini merupakan sebuah pembelajaran bagi proses hidup ke depan. Negara punya kewajiban memberikan penghargaan kepada anak bangsa yang telah memberikan kontribusi yang terbaik dalam hidupnya bagi bangsa ini, meskipun beliau tidak mengharapkan hal yang seperti demikian,” kenangnya. (Mahabbahtaein)

Digiqole ad

Berita Terkait