Masjid Al Akbar Golkar DKI Semarakkan Ramadhan dengan Beragam Acara: Lomba, Bukber, Pembagian Takjil, Tarawih, Tadarus hingga Itikaf 10 Hari Terakhir

 Masjid Al Akbar Golkar DKI Semarakkan Ramadhan dengan Beragam Acara: Lomba, Bukber, Pembagian Takjil, Tarawih, Tadarus hingga Itikaf 10 Hari Terakhir

Tadarrus di Masjid Al Akbar

AKARTA – Bulan suci Ramadhan dimaknai secara istimewa oleh pengurus dan kader di lingkungan DPD Partai Golkar DKI Jakarta. Melalui Masjid Al Akbar yang berada di kawasan Cikini, berbagai kegiatan keagamaan dan sosial digelar secara rutin sepanjang Ramadhan, mulai dari pembagian takjil, nasi box, salat tarawih berjamaah, tadarus Alquran, hingga persiapan itikaf di sepuluh hari terakhir.

Setiap harinya, panitia membagikan sedikitnya 100 paket takjil dan 100 nasi box kepada masyarakat sekitar, kader, serta jamaah yang hadir untuk berbuka puasa bersama di Masjid Al Akbar. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan Ramadhan yang penuh keberkahan dan manfaat sosial.

Tak hanya berbagi makanan berbuka, suasana religius semakin terasa dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah yang diisi dengan tausiyah dari para ustadz. Pada malam ini, ceramah tarawih disampaikan oleh Ustadz H. Azmi, Lc, dengan tema “Allah Tidak Butuh Lapar Kita.”

Dalam ceramahnya, Ustadz Azmi menekankan bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk ketakwaan dan kepedulian sosial.

“Allah SWT tidak membutuhkan rasa lapar dan haus kita. Yang Allah kehendaki adalah ketakwaan, perubahan akhlak, serta kepedulian kita kepada sesama. Jika setelah Ramadhan kita tetap sama, maka kita perlu bertanya pada diri sendiri, apa yang kurang dari ibadah kita,” ujar Ustadz Azmi di hadapan jamaah tarawih Masjid Al Akbar, Cikini, Jakarta, Ahad (22/2/2026).

Usai salat tarawih, belum berhenti tapi lanjut dengan tadarus Alquran yang dipimpin oleh Ustadz Dede Ali Muhsin. Jamaah duduk melingkar, membaca dan menyimak ayat-ayat suci secara bergantian. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh pengurus partai, tetapi juga masyarakat sekitar yang antusias memanfaatkan suasana Ramadhan untuk memperbanyak tilawah.

Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD Partai Golkar DKI Jakarta, HM. Ashraf Ali, Bac, SH  menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang terus diperkuat setiap tahunnya.

“Rangkaian kegiatan Ramadhan ini kami selenggarakan untuk mengajak kader dan masyarakat memaknai keberadaan bulan suci yang hanya datang sebulan dalam setahun. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa bekas dalam diri kita,” ujar Ashraf Ali.

Ketua DKM Masjid Al Akbar Golkar sekaligus Ketua DKM Masjid Al Akbar Golkar DKI ini menegaskan, Bidang Kerohanian ingin menjadikan Masjid Al Akbar sebagai pusat pembinaan spiritual dan syiar Islam di tengah masyarakat.

“Kami ingin memasyarakatkan Alquran dan nilai-nilai keislaman. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat pendidikan dan pembentukan karakter,” tambahnya.

Untuk itu, selain kegiatan rutin ibadah, panitia juga menggelar berbagai perlombaan bernuansa Islami, seperti lomba mengaji, lomba azan, kasidah, marawis, hadrah, lomba kaligrafi, hingga lomba melukis. Kegiatan ini menyasar anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, dengan harapan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Islam sejak dini.

“Dengan adanya lomba-lomba ini, kami ingin membangun suasana Ramadhan yang meriah namun tetap sarat nilai. Anak-anak jadi semangat ke masjid, remaja punya ruang berekspresi, dan orang tua ikut terlibat,” kata Ashraf.

Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, Masjid Al Akbar juga akan menggelar itikaf bagi jamaah yang ingin memperbanyak ibadah malam. Panitia telah menyiapkan santapan sahur sederhana hingga kopi untuk mendukung kenyamanan jamaah yang bermalam di masjid.

“Di sepuluh hari terakhir, kami siapkan itikaf. InsyaAllah ada sahur dan kopi untuk jamaah. Ini bagian dari ikhtiar kita meraih Lailatul Qadar,” ungkap Ashraf.

Ia pun mengutip hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah dan rahmat, serta dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim).

Menurut Ashraf, hadits tersebut menjadi landasan spiritual bagi seluruh kegiatan Ramadhan yang digelar.

“Harapan kami, setiap huruf yang dibaca, setiap doa yang dipanjatkan, menjadi sakinah dan rahmat bagi kita semua. Masjid harus hidup, bukan hanya di Ramadhan, tetapi sepanjang waktu,” tutupnya.

Dengan segudang kegiatan tersebut, Masjid Al Akbar Kantor Golkar DKI Jakarta Cikini menjelma menjadi pusat aktivitas keagamaan yang tidak hanya memperkuat spiritualitas kader, tetapi juga mempererat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar selama bulan suci Ramadhan.

Facebook Comments Box