Legislator Golkar Wanti-wanti Penurunan Kualitas Beras
Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo (instagram)
LP Jakrata – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi penurunan kualitas stok beras akibat musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada 2026.
Menurutnya, langkah pemerintah dalam memperkuat cadangan beras nasional memang penting sebagai antisipasi fenomena El Nino. Namun, ia menekankan bahwa beras memiliki keterbatasan daya tahan simpan sehingga memerlukan pengelolaan yang cermat.
“Beras tidak bisa disimpan terlalu lama di gudang. Dalam kurun tiga sampai empat bulan, kualitasnya bisa menurun bahkan berisiko rusak,” kata Firman, Senin (13/4).
Ia mengingatkan, kebijakan penumpukan stok sebagai langkah antisipasi harus dievaluasi secara menyeluruh. Jika distribusi tidak berjalan optimal, potensi kerusakan komoditas akan semakin besar.
Menurut Firman, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kerugian negara, terutama bagi Perum Bulog sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan cadangan beras pemerintah.
“Kalau tidak dikelola dengan baik dan terjadi kerusakan, tentu Bulog yang akan menanggung kerugian. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas politikus Partai Golkar tersebut.
Sebagai langkah antisipatif, ia mendorong pengembangan padi gogo atau padi lahan kering yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi minim air saat musim kemarau.
Firman mengungkapkan, inisiatif tersebut telah mulai dikembangkan oleh kalangan akademisi dari Institut Pertanian Bogor di wilayah Kabupaten Pati sebagai proyek percontohan.
Menurutnya, pengembangan varietas padi yang tahan kekeringan dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara peningkatan cadangan pangan dan kelancaran distribusi, agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga tanpa menimbulkan risiko kerugian akibat penurunan kualitas stok.
(Rdh)