Husin Yazid Cek Ote: Garuda Merah Putih Futsal Indonesia, Kami Bangga Padamu!

 Husin Yazid Cek Ote: Garuda Merah Putih Futsal Indonesia, Kami Bangga Padamu!

JAKARTA – Pengamat sepak bola nasional Husin Yazid Cek Ote menilai Timnas Futsal Indonesia telah menorehkan sejarah besar meski gagal mengangkat trofi juara Piala Asia Futsal 2026. Bermain di Indonesia Arena, Sabtu (7/2/2026) malam WIB, Garuda Futsal harus mengakui keunggulan Iran lewat drama adu penalti dengan skor tipis 4-5, setelah bermain imbang 5-5 hingga perpanjangan waktu.

“Garuda Merah Putih Futsal Indonesia, kami bangga padamu. Merah putih membara di dada kami. Itulah warna kebanggaan bangsa ini,” ujar Husin Yazid Cek Ote dalam keterangannya, Sabtu malam.

Menurut Husin, laga final tersebut bukan sekadar pertandingan penentuan juara, melainkan momentum kebangkitan futsal Indonesia di level Asia. Menghadapi Iran, raksasa futsal Asia yang kini menempati peringkat 5 dunia, Indonesia yang berada di peringkat 19 dunia tampil tanpa rasa gentar.

Iran lebih dulu unggul melalui Hosein Tayebi di babak pertama. Namun atmosfer Indonesia Arena bergemuruh saat Reza Gunawan menyamakan kedudukan lewat tendangan akurat. Momentum berlanjut ketika Israr Megantara mencetak dua gol cepat yang membalikkan keadaan dan membawa Indonesia unggul. Harapan juara terasa begitu dekat.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin meninggi. Ahmad Abbasi kembali menyamakan skor menjadi 3-3. Garuda Futsal merespons cepat melalui Samuel Eko yang menunjukkan kualitasnya dengan gol penentu keunggulan. Namun Iran kembali bangkit lewat gol Mahdi Karimi, membuat skor imbang 4-4 dan laga kian menegangkan.

Di babak perpanjangan waktu, Israr Megantara kembali mencatatkan namanya di papan skor. Sayangnya, Saed Abbasi memaksa laga berakhir imbang 5-5 dan harus ditentukan lewat adu penalti. Iran akhirnya keluar sebagai juara, sementara Indonesia harus puas sebagai runner-up.

Meski demikian, Husin menegaskan kekalahan ini bukan kegagalan, melainkan mahkota kehormatan bagi Garuda Futsal.

“Ini bukan kekalahan yang mematahkan, tapi kekalahan yang membangun mental petarung. Indonesia hari ini lahir sebagai penantang serius futsal Asia, bukan lagi sekadar pelengkap atau penggembira,” tegasnya.

Ia menilai capaian runner-up Piala Asia Futsal 2026 adalah hasil nyata dari kerja panjang, disiplin ketat, peningkatan teknik dan skill, serta penanaman mental juara di seluruh lini tim.

“Menembus final Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya bukan kebetulan, bukan pula omon-omon. Ini real dan akan berdampak pada peningkatan peringkat futsal Indonesia di dunia,” lanjut Husin.

Husin juga menyoroti antusiasme publik yang luar biasa. Indonesia Arena dipadati penonton lintas generasi, sementara jutaan rakyat Indonesia menyaksikan lewat layar televisi dengan rasa bangga dan haru.

“Malam final itu milik bangsa. Anak-anak muda, komunitas, hingga seluruh rakyat Indonesia menyaksikan lahirnya Garuda Futsal Merah Putih yang sejajar dengan yang terbaik di Asia,” katanya.

Dengan capaian tersebut, Husin optimistis tahun 2026 menjadi titik awal kebangkitan futsal nasional.

“Ini awal tapakan besar menuju futsal Indonesia yang gagah, bergairah, dan pantas dibanggakan. Keren, keren Futsal Garuda Indonesia!” tutupnya.

 

Facebook Comments Box