Komisi VII DPR Dorong Promosi Wisata Lewat Medsos
Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah. [Dok.LP]
LP JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mendorong optimalisasi promosi pariwisata melalui pemanfaatan media sosial guna meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan saat kegiatan Bimbingan Teknis “Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial” di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat siang.
![Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah dalam Bimbingan Teknis “Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial” di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (17/4/2026) siang. [ANTARA]](https://www.lintasparlemen.com/wp-content/uploads/1000880519.jpg.webp)
“Pariwisata akan dikenal luas, tidak hanya di Banyumas, juga nasional bahkan internasional, jika ada promosi yang sampai kepada masyarakat,” kata Siti Mukaromah.
Ia menilai media sosial menjadi sarana strategis dalam mempromosikan potensi daerah di era digital, terutama dengan melibatkan generasi muda yang memiliki kreativitas dalam membuat konten.
Menurutnya, potensi pariwisata Banyumas perlu dikemas secara menarik agar mampu memancing minat wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Usai kegiatan yang merupakan kerja sama Komisi VII DPR RI, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, ia juga menyoroti perubahan aturan kepariwisataan yang kini menekankan pendekatan berbasis ekosistem.
“Pariwisata berbasis ekosistem ini melibatkan banyak pihak, seperti budaya; UMKM; ekonomi kreatif; dan sektor lainnya yang saling terhubung,” katanya.
Ia menilai pendekatan tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata, terutama jika didukung oleh kemajuan teknologi digital.
“Pemanfaatan teknologi menjadi peluang besar, salah satunya melalui promosi di media sosial yang mampu menjawab tantangan pemasaran pariwisata,” kata legislator yang akrab disapa Erma itu.
Menurutnya, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia telah memiliki strategi pemasaran destinasi berbasis media sosial yang mencakup seluruh ekosistem pariwisata, sehingga perlu didukung oleh masyarakat.
Sebagai mitra pemerintah, DPR juga berperan menjembatani program kementerian agar dapat dipahami dan dimanfaatkan secara luas.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengundang kalangan generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, untuk meningkatkan kapasitas dalam memanfaatkan media sosial secara produktif.
“Kreator konten bisa menjadi jembatan untuk mempublikasikan dan mempromosikan wisata dengan seluruh ekosistemnya,” katanya.
Selain berperan sebagai sarana promosi, aktivitas kreator konten juga dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelakunya.
“Dari sisi kreator konten ada nilai ekonomi yang bisa didapat, sementara dari sisi bangsa ini menjadi sarana memperkenalkan destinasi wisata Indonesia secara lebih luas,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kekayaan pariwisata Indonesia tidak hanya terbatas pada destinasi populer seperti Bali atau Candi Borobudur, tetapi juga tersebar di berbagai daerah termasuk Banyumas.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, ia optimistis sektor pariwisata dapat menjadi kekuatan ekonomi yang mampu berkembang hingga tingkat nasional dan internasional.
“Indonesia memiliki banyak destinasi dengan seluruh ekosistemnya, termasuk di Banyumas, yang perlu terus dipromosikan agar dikenal dunia,” kata Erma.
[Red]