Bambang Patijaya Soroti Dampak PT Bukit Asam (PT BA) yang Gunakan Akses Jalan Truk Pengangkut Batu Bara di Kawasan Permukiman

 Bambang Patijaya Soroti Dampak PT Bukit Asam (PT BA) yang Gunakan Akses Jalan Truk Pengangkut Batu Bara di Kawasan Permukiman

JAKARTA – Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bambang Patijaya menyampaikan Komisi XII DPR RI sedang menyoroti dampak PT Bukit Asam (PT BA) kepada lingkungan terkait penggunaan akses jalan oleh truk pengangkut batu bara yang masih melalui kawasan permukiman.

“Pentingnya penyelesaian akses jalan holding yang hingga kini belum terealisasi,” kata Bambang saat melakukan unjungan kerjanya ke Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/5/2025) seperti dikutip situs DPR RI.

“Kami mendapati sebagian besar truk pengangkut batu bara masih melalui kawasan permukiman dan perkotaan sehingga menimbulkan kemacetan, debu, dan risiko kecelakaan. Jika akses holding ini dapat segera dibangun, maka aktivitas logistik dapat dialihkan ke jalur tersebut tanpa mengganggu masyarakat,” sambung Bambang.

Menurut Bambang, kondisi itu tidak hanya merugikan warga sekitar, tetapi juga menciptakan potensi konflik sosial yang dapat mencoreng citra perusahaan. Oleh karena itu, Bambang mendesak PT Bukit Asam sebagai perusahaan tambang milik negara untuk segera mencari solusi efektif yang tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Kami memahami bahwa PT BA adalah BUMN yang harus menjaga kepentingan bisnisnya. Namun, sebagai perusahaan milik negara, aspek sosial juga tidak boleh diabaikan,” lanjut Bambang.

Bambang mengusulkan beberapa alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya adalah penerapan toll fee atau biaya penggunaan jalan bagi truk pengangkut batu bara.

“Selain itu, PT BA juga dapat menjalin kesepakatan bisnis dengan pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) batu bara agar penggunaan jalan lebih terkontrol dan tidak merugikan warga,” tambahnya.

Ia berharap agar PT Bukit Asam segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat pembangunan akses jalan holding tersebut. Pasalnya, jika permasalahan ini terus berlarut-larut, maka risiko konflik sosial dan penurunan kualitas lingkungan akan semakin meningkat.

 

Facebook Comments Box