Kiai An’im Falachuddin Soroti Maraknya praktik “Porsi Batu” yang Dilakukan Sejumlah Kknum Travel Penyelenggaraan Haji

 Kiai An’im Falachuddin Soroti Maraknya praktik “Porsi Batu” yang Dilakukan Sejumlah Kknum Travel Penyelenggaraan Haji

SEMARANG – Anggota Komisi VIII DPR RI, An’im Falachuddin, menyoroti maraknya praktik “porsi batu” yang dilakukan sejumlah oknum travel dalam penyelenggaraan haji. Praktik ini disebutnya sangat merugikan jamaah yang telah mendaftar resmi dan menunggu giliran berangkat.

Menurut Kiai An’im, di Jawa Timur tercatat sekitar 4.000 lebih nama dalam daftar tunggu haji yang ternyata fiktif. Nama-nama tersebut didaftarkan tanpa identitas jelas sehingga ketika ditelusuri tidak ditemukan wujud orang maupun alamatnya.

“Ini sangat menghambat sekali, terutama masalah giliran berangkat haji. Banyak masyarakat dengan keterbatasan biaya jadi tergeser karena praktik porsi batu ini,” terang Kiai An’im saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (18/9/2025) sepetti dikutip situs DPR RI.

Kiai An’im menjelaskan, modus yang dilakukan oknum travel yakni mendaftarkan sejumlah nama dengan biaya awal sekitar Rp25 juta per orang. Nantinya, ketika mendekati waktu keberangkatan, daftar tunggu tersebut diperjualbelikan dengan tambahan biaya Rp20 juta hingga Rp50 juta.

“Dengan cara ini, orang bisa berangkat lebih dulu meski baru mendaftar. Sementara yang sudah lama menunggu jadi terabaikan. Ini harus betul-betul diperketat, khususnya melalui sistem Siskohat,” tegas Kiai An’im.

Lebih lanjut, Legislator Dapil Jatim VI ini menilai pemerintah tidak seharusnya kesulitan melacak praktik tersebut. Menurutnya, aliran dana setoran bisa ditelusuri melalui perbankan untuk mengetahui siapa yang menyetorkan dan siapa pemilik dana.

Meski begitu, ia mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang mulai menginventarisasi calon jamaah sejak awal, termasuk memastikan kesanggupan keberangkatan.

“Maka dari itu kita mengapresiasi Kemenag dalam hal ini BP Haji yang akan datang ini sudah menginventarisir calon jamaah haji sejak awal, dan dapat menginventarisir tentang kesanggupan berangkat atau tidaknya para calon jamaah haji ini saya kira sudah menjadi antisipasi yang bagus,” ucapnya.

Politisi F-PKB itu juga menekankan pentingnya integritas pejabat yang terlibat dalam penyelenggaraan haji. Ia mengingatkan agar Kementerian Haji dan para pihak terkait tidak memandang sektor haji sebagai “lahan basah”.

“Jangan sampai ada mindset seperti itu. Penyelenggaraan haji adalah pelayanan murni kepada jamaah, para Duyufurrahman, tamu-tamu Allah. Kalau sampai ada yang bermain-main di sini, risikonya sangat besar,” tegasnya.

An’im pun berharap penyelenggara haji menjaga tanggung jawab dan kejujuran demi keberkahan. “Kalau pelayanannya baik, InsyaAllah membawa berkah. Tapi kalau main-main, itu justru bisa membawa petaka,” pungkas Kiai An’im.

Facebook Comments Box