Wasekjend DPP KNPI Maskuri Daulay: Nilai Polres Madina Gegabah Tangani Demo Mompang...

Wasekjend DPP KNPI Maskuri Daulay: Nilai Polres Madina Gegabah Tangani Demo Mompang Julu

BERBAGI

Jakarta, Efek dari kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Mompang Julu, Kabupaten Madina berbuntut panjang. Warga yang melakukan demo untuk menuntut haknya atas Bantuan Sosial (Bansos) malah berbuntut panjang.

Langkah dan Tindakan yang dilakukan oleh Polres Mandailing Natal membuat Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Ahmad Maskuri Daulay Bicara. Beliau menuntut Kapolres Madina, AKBP Horastua Silalahi untuk mencari langkah dan solusi yang tepat. Duduk perkaranya adalah masyarakat yang berdemo baku hantam dengan pihak kepolisian yang menjaga dan akhirnya mobil Wakapolres, AKBP Elizama Zalukhu tidak sengaja terbakar di lapangan.

“Awalnya adalah warga Mompang Julu berdemo di Jalan Lintas Sumatera untuk menuntut haknya yang dipangkas oleh Kepala Desa”. “Tiba-tiba terjadi baku hantam dan saling lempar antara warga dan polisi yang berjaga hingga akhirnya mobil Wakapolres yang berada di lokasi tersebut terbakar”, tutur Maskuri.

Lebih lanjut Maskuri mengatakan, atas kejadian tersebut kedua belah pihak menjadi korban, baik warga yang mengalami luka-luka bahkan ada tiga orang anak kecil dan dari pihak kepolisian. Sekarang ini pihak kepolisian telah melakukan penyisiran pemukiman warga untuk menangkap yang ikut berdemo.

“Untuk itu tidak tepat kalau warga dibuat panik, saya menyimpulkan bahwa tindakan Kapolres dengan melakukan penyisiran ke pemukiman warga adalah tindakan gegabah”. “Sekarang warga merasa panik karena banyak polisi berkeliaran di sekitar rumah mereka”. “Peristiwa ini menunjukkan bahwa Kapolres Madina tidak paham pernyataan Kapolri dalam maklumat yang pernah di keluarkan, Salus populi suprema lex esto yaitu Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi dan mencoreng HUT Bhayangkara ke 74,, jelas Maskuri yang juga putra Madina.

“Seharusnya sikap Kapolres Madina lebih kooperatif dan mengedepankan musyawarah mufakat, supaya tidak ada perlawanan dari warga yang lebih keras lagi”. tutupnya.

Facebook Comments