Orang Miskin RI Bertambah, Hafidzs: Itu Gegara Pemerintah Tak Pro Rakyat

Orang Miskin RI Bertambah, Hafidzs: Itu Gegara Pemerintah Tak Pro Rakyat

BERBAGI

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir menilai sistem perekonomian nasional yang dibangun pemerintahan saat ini tidak terlihat pro terhadap rakyat miskin. Itu bisa terlihat dari kesenjangan ekonomi kaya-miskin yang kian lebar dan angka kemiskinan yang kian melejit selama pandemi Covid-19.

Fafist mengungkapkan, kini angka kemiskinan di Indonesia sudah mencapai 27,54 juta jiwa. Angka ini sangat besar.

“Per Maret 2021 saja, angka kemiskinan bertambah lagi menjadi 1,12 juta orang, sehingga rakyat miskin di Indonesia saat ini berjumlah total 27,54 juta orang. Ini semua dipicu oleh penurunan pendapatan dan berhenti bekerjanya para tulang punggung keluarga selama Pandemi Covid-19,” kata Hafisz dalam keterangan persnya, Jakarta, Senin (6/9/2021).

“Ini menunjukkan di mana sistem perekonomian kita saat ini tidak pro pada rakyat miskin, karena terbukti golongan rakyat mampu malah bertambah jumlahnya. Sedangkan rakyat miskin juga makin bertambah, bukannya berkurang,” sambung politisi PAN ini.

Wakil Ketua BKSAP DPR RI ini menjelaskan, counter cyclical yang dilakukan dalam APBN 2020 ternyata tidak seindah seperti yang disampaikan pemerintah sebelumnha. Idealnya, lanjutnya, model pembangunan yang dibuat pemerintah harus mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan untuk masyarakat Indonesia seluruhnya.

Hafidzs mengungkapkan, semua fakta ini terkonfirmasi dari data yang dirilis BPS dan Bappenas beberapa waktu lalu. Di mana dampak pandemi Covid-19, dirasakan semua lapisan masyarakat.

Bahkan, tegas Hafidzs, Kementerian PPN/Bappenas merilis bahwa akibat Pandemi Covid-19 ini, ada 26 persen tulang punggung keluarga yang berhenti kerja dan 50 persen mengalami penurunan pendapatan selama ini.

“Ini bisa diartikan ada 10.14 persen orang miskin di Indonesia. Ini terjadi pertambahan ketimpangan antara si kaya dan si miskin (rasio gini) bulan Maret 2021 sebesar 0,384 naik dibanding Maret 2020 yaitu 0,381 tahun lalu,” ujarnya.

Seperti disampaikan oleh Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira sebelumnya, ia memperkirakan bahwa jumlah orang miskin terbilang September 2021 bisa bertambah di kisaran 1 juta hingga 1,5 juta orang.
Tak hanya itu, juga hal sama dengan tingkat ketimpangan atau rasio gini diperkirakan bisa melebar di kisaran 0,385 hingga 0,390. (HMS)

Facebook Comments