Oleh: Munawir Kamaluddin, Dosen UIN Alauddin Makassar Ada sesuatu yang tak pernah berhenti dalam kehidupan ini, sesuatu yang bergerak dengan sunyi, mengalir tanpa henti, namun mengubah segalanya, dialah waktu. Ia adalah karunia terbesar dari Sang Pencipta, namun sering kali luput dari perhatian. Kita hidup dalam alirannya, menghirup nafas di dalamnya, namun terlalu sering melupakannya. Waktu […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Dosen UIN Alauddin Makassar Di tengah riuh rendah kehidupan modern, di mana gemerlap dunia seringkali membutakan mata batin, seorang pendidik berdiri seperti mercusuar di tengah badai. Ia adalah penuntun yang menyalakan lentera ilmu dan akhlak, membimbing generasi menuju cakrawala harapan. Namun, perannya tidak sesederhana yang terlihat. Ia memikul beban yang berat—bukan hanya […]Read More
Oleh: Munawir K, Dosen UIN Alauddin Makassar Di bawah langit yang menaungi semesta, hujan turun perlahan, menyelimuti bumi dengan titisan rahmat. Air yang jatuh dari langit bukan sekadar butir-butir kehidupan, tetapi adalah pesan-pesan keagungan Sang Pencipta. Ia membersihkan debu-debu dunia, menyuburkan tanah yang gersang, dan mengalirkan sungai kehidupan yang tak pernah henti. Namun, saat air […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Dosen UIN Alauddin Makassar Di setiap helaian waktu yang berlalu, ada sosok yang diam-diam mengorbankan dirinya untuk kita. Sosok itu, yang mungkin kini keriput dan lelah, pernah menjadi pelindung pertama saat kita hadir ke dunia. Dalam senyumnya, ia menyembunyikan rasa letih. Dalam tatapannya, ia menyimpan jutaan doa. Sosok itu adalah ibu, yang […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Dosen UIN Alauddin Makassar Hidup adalah anugerah yang tak ternilai, dan kematian adalah kepastian yang tak terhindarkan. Ia hadir tanpa mengetuk pintu, membawa kita pada perpisahan yang tak direncanakan. Kehidupan manusia ibarat daun yang menari di atas angin, terlihat kuat namun begitu rapuh di hadapan takdir yang Maha Menggenggam. Di tengah hiruk-pikuk […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Dosen UIN Alauddin Makassar Kepedulian terhadap persoalan sosial merupakan salah satu ciri manusia yang beradab. Namun, seringkali bentuk kepedulian ini kehilangan arah dan substansinya. Di era modern, keprihatinan terhadap berbagai isu sering terdistorsi oleh kepentingan pribadi, emosi, atau bias kelompok, sehingga tidak lagi berorientasi pada penyelesaian masalah. Bahkan, tindakan yang mengatasnamakan kepedulian […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Dosen UIN Alauddin Makassar Marah adalah emosi alami yang dimiliki setiap manusia. Dalam psikologi, marah dianggap sebagai respons emosional terhadap situasi yang dirasakan tidak adil, tidak sesuai harapan, atau mengancam. Sementara dalam pandangan Islam, marah tidak sekadar dianggap sebagai bagian dari fitrah manusia, tetapi juga sebagai ujian yang menguji kemampuan seseorang dalam […]Read More
Oleh: Munawir K, Dosen UIN Alauddin Makassar Adu domba, atau dalam terminologi Islam dikenal sebagai namimah (النميمة), merupakan salah satu bentuk perilaku tercela yang telah banyak menciptakan kerusakan dalam kehidupan individu maupun masyarakat. Tindakan ini, yang bertujuan untuk memprovokasi permusuhan atau konflik di antara manusia, menjadi penyebab utama perpecahan, kebencian, dan keretakan hubungan sosial. Dalam […]Read More
Oleh: Munawir K, Dosen UIN Alauddin Makassar Kehidupan manusia ibarat sebuah perjalanan penuh warna. Di sepanjang jalan, kita sering dihadapkan pada peristiwa yang beragam, ada yang menyenangkan, ada pula yang penuh tantangan. Menariknya, beberapa peristiwa dalam hidup sering kali bisa dianalogikan dengan fenomena alam yang tampak sederhana tetapi penuh makna, seperti kentut dan hujan. Kentut, […]Read More
Oleh: Munawir K, Dosen UIN Alauddin Makassar Setiap aspek kehidupan manusia, sekecil apa pun, adalah tanda kebesaran Allah yang patut direnungi. Salah satu fenomena alami yang sering dianggap sepele bahkan memalukan adalah kentut. Dalam pandangan umum, kentut mungkin hanya dianggap sebagai proses fisiologis biasa. Namun, jika ditinjau lebih mendalam, kentut menyimpan makna dan hikmah yang […]Read More