Retret Ketua DPRD Se-Indonesia: Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Sinergi Pusat-Daerah
Sebanyak 500 Ketua DPRD dari seluruh Indonesia tengah mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah yang digelar di Glamping Lembah Tidar, Kompleks Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026). Kegiatan yang lebih dikenal sebagai “retret” ini dibuka langsung oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily.
Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.
Membangun Pemahaman yang Holistik
Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai wawasan dan pengetahuan tentang tujuan nasional yang bersumber pada empat konsensus kebangsaan. Selain itu, mereka juga akan dibekali pemahaman mengenai situasi geopolitik global yang dihadapi Indonesia.
“Kami ingin para pimpinan DPRD memiliki perspektif yang lebih holistik dan utuh, sehingga mereka dapat menjalankan fungsinya secara efektif,” ujar Ace.
Tujuan utama program ini adalah mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Para ketua DPRD memiliki peran strategis dalam penganggaran, pembentukan regulasi daerah, serta pengawasan kinerja pemerintahan — sehingga keselarasan visi dengan pusat menjadi sangat penting.
Agenda dan Metode Pembelajaran
Selama retret, peserta akan mendapatkan pengarahan dari sejumlah narasumber, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Menteri Pertanian yang akan menyampaikan program prioritas ketahanan pangan. Materi tambahan turut disiapkan oleh Lemhannas melalui ceramah, diskusi kelas, diskusi kelompok, hingga diskusi antar kelompok yang difasilitasi di lingkungan Akademi Militer.
Format tatap muka dipilih secara sengaja untuk mendukung pembentukan disiplin dan ketepatan waktu, sehingga target-target yang ditetapkan dapat benar-benar tercapai.
Menyamakan Frekuensi Tiga Perspektif
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa retret ini bertujuan menyamakan cara pandang para ketua DPRD dalam tiga hal mendasar.
Pertama, cara pandang terhadap fenomena geopolitik global — yang dampaknya tidak hanya dirasakan secara nasional, tetapi juga di tingkat lokal. Kedua, cara pandang terhadap program prioritas pemerintah, di mana masih banyak daerah yang belum sepenuhnya memahami dan mengakselerasi pelaksanaannya. Ketiga, cara pandang dalam mengelola pemerintahan — dengan mendorong aparatur yang lebih andal, terampil, dan cerdas.
“Para ketua DPRD adalah pemimpin di tingkat lokal yang harus bersinergi dengan kepala daerah. Di tangan mereka, sinkronisasi antara pusat dan daerah akan sangat ditentukan,” kata Bima.
Menuju Indonesia Emas 2045
Para peserta retret diharapkan memiliki persepsi yang selaras mengenai Asta Cita — delapan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keselarasan ini diharapkan menjadi landasan bagi proses perencanaan pembangunan yang sinergis antara pusat dan daerah, demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.(SiK)