Oleh : Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Pernahkah kita bertanya, di tengah gemerlap lampu malam yang memantul di wajah-wajah tersenyum palsu, berapa banyak jiwa yang sesungguhnya sedang menangis di dalam hatinya? Pernahkah kita berpikir, di balik dentuman musik yang memekakkan telinga, berapa banyak hati yang sebenarnya sedang hampa dan sepi? Dan di balik […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Pernahkah kita melihat seseorang yang pandai berkata manis, tetapi di balik kata-katanya tersimpan jebakan yang mematikan? Pernahkah kita merasa diperhatikan sepenuh hati, namun di kemudian hari sadar bahwa perhatian itu hanyalah pancingan untuk memuaskan nafsu sesaat? Berapa banyak hati yang hancur karena terlalu percaya pada rayuan yang […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Pernahkah kita duduk sendirian di malam yang sunyi, lalu membiarkan hati berbicara tanpa topeng dan pencitraan? Jika seluruh uang yang mengalir di rekening kita diperiksa di hadapan Allah hari ini, adakah satu rupiah pun yang kita malu untuk mengakuinya? Jika jabatan yang kita pegang diputar ulang seluruh […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Saudaraku yang budiman, mari kita duduk sejenak… lalu tutup mata kita berlahan….Biarkan seluruh hiruk-pikuk dunia agak reda dan berangsur lepas. Kemudian tanyakan pada diri dengan jujur tanpa alasan pembelaan ataupun uoaya menghindar. Pernakah kita tersenyum manis di hadapan manusia, sementara hati kita merancang sesuatu yang menjerat mereka? […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Pernahkah kita duduk sendiri, lalu bertanya pada diri dengan lirih: Apakah semua kata yang pernah keluar dari bibirku benar-benar milikku… ataukah hanya gema dari suara orang lain yang kuulang tanpa pikir?” Pernahkah kita diam sejenak lalu bertanya pada nurani kita, Siapakah aku ketika kata-kata bertebaran , apakah […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Apakah kita pernah memutuskan sikap hanya dari cerita yang tidak jelas atau samar? Sudahkah kita membedakan antara berita dan fitnah? Pernahkah kita ikut membagikan kabar yang belum tentu benar dan dapat dioercaya? Apakah kita adalah jembatan keadilan, atau justru penyambung kabar kebohongan serta penyebar fitnah? Kita hidup […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alaudin Makassar Pernahkah kita merasa puas melihat dua orang bertengkar karena kita bisikkan api di antara keduanya? Apakah hati ini pernah tersenyum melihat kekacauan karena dari sana kita mendapatkan posisi, pujian, atau keuntungan? Mungkinkah kita adalah aktor di balik layar keributan, namun bersembunyi dalam topeng seolah tidak terlibat? Adakah […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Sulawesi Selatan Pernahkah engkau berharap langit menurunkan emas, padahal engkau enggan menggali tanah? Tidakkah engkau malu berharap keberuntungan, sementara engkau menolak setiap kesempatan? Apakah mungkin benih mimpi tumbuh menjadi pohon kenyataan, jika tak pernah disiram usaha dan kerja nyata? Berapa lama lagi kau ingin hidup dalam bayangan […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan Pernahkah engkau berbicara manis di hadapan seseorang, tapi di belakangnya kau robek kehormatannya? Pernahkah engkau bersikap netral, padahal hatimu condong pada kepentingan tertentu yang tersembunyi? Pernahkah engkau mengaku berpihak kepada kebenaran, padahal engkau hanya mencari aman dalam kemunafikan? Apakah kita masih bisa disebut adil, jika […]Read More
Oleh: Munawir Kamaluddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Pernahkah kita merasa dipakai, dimanfaatkan, dan diperah seperti susu dari seekor sapi, lalu ditinggalkan tanpa dihargai? Pernahkah kita menjadi tangan yang selalu memberi, namun tak pernah dianggap dalam meja keputusan? Ataukah… justru kita yang telah memerah orang lain dengan dalih amanah, kepentingan bersama, atau demi stabilitas dan […]Read More